Senin, 05 Desember 2016

Foundation Of Education - 8 Keteramilan Dasar Mengajar



Dalam keterampilan belajar sebenarnya seorang guru mempunyai banyak keterampilan dasar untuk membuat peserta didik memahami apa yang disampaikan oleh seorang guru itu. Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk se-terampil, se-kreatif mungkin dalam menyampaikan materi kepada peserta didiknya.
Dalam point kali ini saya aku berbagi sedikit pemahaman saya mengenai “8 Keterampilan Dasar Mengajar” . Yang meliputi:
1.    Keterampilan Bertanya
2.    Keterampilan Memberikan Penguatan
3.    Keterampilan Mengadakan Variasi
4.    Keterampilan Menjelaskan
5.    Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
6.    Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
7.    Keterampilan Mengelola Kelas
8.    Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil atau Perseorangan

Baik saya akan menjelaskan sedikit mengenai 8 Keterampilan Dasar Mengajar diatas.
1.  Keterampilan Bertanya
Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang di kenal. Respon yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya itu merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berfikir.
KETERAMPILAN BERTANYA  : *  K.B. DASAR
                                               K.B. LANJUT
Keterampilan bertanya dibedakan menjadi dua, yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut. Keterampilan bertanya dasar itu biasanya terpacu dalam suatu komponen. Disini yang dimaksud sebagai komponen adalah pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, pemberian acuan/pemusatan, pemindahan giliran, penyebaran, pemberian waktu berfikir, dan pemberian tuntutan. Dalam keterampilan bertanya dasar ini guru hanya mencoba bertanya kepada perserta didik secara mendasar saja sesuai komponen diatas. Sedangkan keterampilan bertanya lanjut adalah suatu contoh guru bertanya kepada peserta didik dari pertanyaan di keterampilan bertanya dasar tadi. Guru lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berfikir siswa, memperbesar partisipasi, dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri.
Kegunaan keterampilan bertanya ini, antara lain:
·        Dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap pokok bahasa yang akan dibahas.
·        Dapat memusatkan perhatian siswa terhadap pokok bahasan.
·        Dapat mengembangkan keaktifan berfikir siswa.
·        Sebagai umpan balik bagi guru untuk mengetahui sejauh mana prestasi belajar siswa selama proses belajar mengajar.
·        Dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan, mengorganisir, dan memberi informasi yang pernah didapat sebelumnya.

2.  Keterampilan Memberikan Penguatan
Teknik pemberian penguatan dalam kegiatan belajar mengajar yang bersifat verbal dapat dinyatakan melalui pujian, ataupun penghargaan. Sedangkan penguatan non verbal dapat dinyatakan melalui penguatan dengan cara mendekati, ataupun penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan dan sebagainya. Guru wajib member penguatan pada peserta didiknya agar peserta didik selalu percaya diri bahwa dirinya mampu untuk maju ke depannya.
Kegunaan keterampilan memberikan penguatan, antara lain :
·        Dapat meningkatkan perhatian dan motivasi siswa terhadap materi.
·        Dapat mendorong siswa untuk berbuat baik dan produktif.
·        Dapat mendorong siswa untuk meningkatkan belajarnya secara mandiri.

3.  Keterampilan Mengadakan Variasi
Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat dikelompokkan ke dalam  kelompok, yakni :
·        Variasi dalam cara mengajar guru, dapat meliputi : guru dapat menggunakan variasi suara, pemusatan perhatian siswa, gerakan badan mimic, dan sebagainya.
·        Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran, yakni meliputi : sesuatu yang dapat di dengar, dapat dilihat dan dapat di raba.
·        Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa, adapun jenis pola interaksi antara lain :
a.     Pola guru-murid : yang artinya guru dapat mengadakan variasi belajar guru langsung kepada muridnya tanpa perantara apa-apa.
b.     Pola guru-murid-guru : yang artinya setelah guru menyampaikan materi kepada muridnya, murid itu kembali menyampaikan ulang materi itu kepada guru.
c.     Pola guru-murid-murid : yang artinya setelah murid itu menangkap materi dari guru, murid itu tidak menyampaikan kembali ke guru, melainkan murid dapat menyampaikan materi yang ia dapat dari guru kepada temannya yang belum faham.
d.     Pola guru-murid, murid-guru, murid-murid. Pola ini adalah penggabungan dari pola-pola diatas. Guru menyampaikan kepada salah satu murid, murid menyampaikan ulang materi kembali ke guru dan akhirnya murid itu berbagi materi kepada teman-temannya.
e.      Pola melingkar , dimana setiap siswa mendapat giliran untuk mengemukakan sambutan/jawaban, dan tidak diperkenankan bicara 2x apabila setiap siswa ada yang belum mendapat giliran untuk menyampaikan sambutan/jawabannya itu sendiri.
Kegunaan keterampilan mengadakan variasi, antara lain :
·        Dapat menghindari kebosanan siswa dalam belajar.
·        Dapat mendorong siswa untuk mengadakan diskusi dengan temannya.

4.  Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Dalam keterampilan menjelaskan, guru mempunyai 2 komponen keterampilan yang meliputi :
a.)  Merencanakan (mencakup penganalisaan masalah)
b.) Penyajian (dapat berupa contoh/ilustrasi)
Kegunaan keterampilan menjelaskan itu sendiri adalah membuat peserta didik (siswa) dapat untuk menghayati proses penalaran serta memperoleh balikan tentang pemahaman siswa itu sendiri.

5.  Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Membuka Pelajaran (set induction), guru biasanya memulai pembelajaran dengan berdoa terlebih dahulu, lalu mengabsen, dan sedikit masuk ke materi dengan menarik perhatian siswa, menimbulkan motivasi-motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha dan membuat kaitan/hubungan diantara materi-materi yang akan dipelajari.
Menutup Pelajaran (closure), guru biasanya memberikan ringkasan pelajaran yang baru saja di bahas/diterangkan agar siswa dapat mengingat materi yang baru saja dijelaskan, dan menyampaikan rencana pelajaran pada pertemuan selanjutnya agar siswa dapat mencari materi dan mempelajari sebelumnya agar makin faham saat dijelaskan oleh sang guru serta menutup pelajaran dengan berdoa juga.

6.  Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan keputusan atau pemecahan masalah. Guru disini bersikap membimbing, yang artinya : guru membimbing jalannya diskusi kecil itu dalam kelompok belajar di kelas. Selain membimbing, guru juga mengarahkan kelompok kecil belajar dikelas itu kepada pembahasan materi.
Tujuan daripada keterampilan dasar ini adalah memberi kesempatan siswa tersebut untuk berfikir, berinteraksi sosial, serta membina kemampuan berkomunikasi yang termasuk didalamnya dalam hal kemampuan keterampilan berbahasa.

7.  Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Suatu contoh saat guru memberikan pengarahan materi yang pas, tapi siswa justru melencengkan materi tersebut. Disitu guru tidak to the point langsung menegur siswa tersebut karena melencengkan materi. Namun guru tetap dapat melayani siswa tersebut yang melencengkan materi, dan dengan perlahan guru bisa mengembalikan konsentrasi siswa tersebut agar focus ke materi yang diterangkan.
Dalam usaha mengelola kelas secara efektif, ada sejumlah kekeliruan yang harus dihindari oleh sejumlah guru, yaitu :
·        Campur tangan yang berlebihan.
Guru tidak diharuskan ikut bercampur tangan jika salah seorang siswa mempunyai suuatu masalah di rumah. Jika siswa sudah bilang tidak mau  bercerita, gurupun tidak boleh memaksa.
·        Kesenyapan/kesunyian.
Guru harus membuat kondisi kegiatan belajar mengajar dikelas agar tidak sunyi dengan berbagai cara agar siswanya tidak boring.
·        Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan.
Guru harus menerapkan sikap tepat waktu pada dirinya. Siswa paling suka jika seorang guru selalu tepat waktu dalam memulai pelajaran juga mengakhiri pelajaran itu.
·        Penyimpangan.
Dalam penyampaian materi, guru harus menjaga kata-kata dalam menjelaskan materi yang menyimpang dalam isi materi tersebut,
·        Bertele-tele.
Guru dalam penyampaian materi boleh tidak to the point jika siswa belum faham materi tersebut asal jangan terlalu bertele-tele.

8.  Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Keterampilan ini hampir mirip dengan keterampilan nomer 6, hanya saja yang membedakan adalah di nomer 6 itu guru berperan membimbing, sedangkan disini guru berperan sebagai mengajar. Mengajarkan materi dala suatu kelompok kecil.
Secara fisik bentuk pengajaran ini berjumlah terbatas, yaitu berkisar 3 sampai 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perorangan. Pengajaran kelompok kecil atau perorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa serta siswa dengan siswa.
Adapun komponen-komponen dan prinsip-prinsip keterampilan ini meliputi :
·        Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
·        Keterampilan mengorginasasi
·        Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
·        Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar
·        Keterampilan merancang dan melaksanakan kegiatan pebelajaran


Demikian sedikit materi “8 Keterampilan Dasar Mengajar” dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca blog ini.;)
Jangan lupa follow ig saya : culs_friscull