Senin, 05 Desember 2016

Foundation Of Education - 8 Keteramilan Dasar Mengajar



Dalam keterampilan belajar sebenarnya seorang guru mempunyai banyak keterampilan dasar untuk membuat peserta didik memahami apa yang disampaikan oleh seorang guru itu. Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk se-terampil, se-kreatif mungkin dalam menyampaikan materi kepada peserta didiknya.
Dalam point kali ini saya aku berbagi sedikit pemahaman saya mengenai “8 Keterampilan Dasar Mengajar” . Yang meliputi:
1.    Keterampilan Bertanya
2.    Keterampilan Memberikan Penguatan
3.    Keterampilan Mengadakan Variasi
4.    Keterampilan Menjelaskan
5.    Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
6.    Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
7.    Keterampilan Mengelola Kelas
8.    Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil atau Perseorangan

Baik saya akan menjelaskan sedikit mengenai 8 Keterampilan Dasar Mengajar diatas.
1.  Keterampilan Bertanya
Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang di kenal. Respon yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya itu merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berfikir.
KETERAMPILAN BERTANYA  : *  K.B. DASAR
                                               K.B. LANJUT
Keterampilan bertanya dibedakan menjadi dua, yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut. Keterampilan bertanya dasar itu biasanya terpacu dalam suatu komponen. Disini yang dimaksud sebagai komponen adalah pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, pemberian acuan/pemusatan, pemindahan giliran, penyebaran, pemberian waktu berfikir, dan pemberian tuntutan. Dalam keterampilan bertanya dasar ini guru hanya mencoba bertanya kepada perserta didik secara mendasar saja sesuai komponen diatas. Sedangkan keterampilan bertanya lanjut adalah suatu contoh guru bertanya kepada peserta didik dari pertanyaan di keterampilan bertanya dasar tadi. Guru lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berfikir siswa, memperbesar partisipasi, dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri.
Kegunaan keterampilan bertanya ini, antara lain:
·        Dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap pokok bahasa yang akan dibahas.
·        Dapat memusatkan perhatian siswa terhadap pokok bahasan.
·        Dapat mengembangkan keaktifan berfikir siswa.
·        Sebagai umpan balik bagi guru untuk mengetahui sejauh mana prestasi belajar siswa selama proses belajar mengajar.
·        Dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan, mengorganisir, dan memberi informasi yang pernah didapat sebelumnya.

2.  Keterampilan Memberikan Penguatan
Teknik pemberian penguatan dalam kegiatan belajar mengajar yang bersifat verbal dapat dinyatakan melalui pujian, ataupun penghargaan. Sedangkan penguatan non verbal dapat dinyatakan melalui penguatan dengan cara mendekati, ataupun penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan dan sebagainya. Guru wajib member penguatan pada peserta didiknya agar peserta didik selalu percaya diri bahwa dirinya mampu untuk maju ke depannya.
Kegunaan keterampilan memberikan penguatan, antara lain :
·        Dapat meningkatkan perhatian dan motivasi siswa terhadap materi.
·        Dapat mendorong siswa untuk berbuat baik dan produktif.
·        Dapat mendorong siswa untuk meningkatkan belajarnya secara mandiri.

3.  Keterampilan Mengadakan Variasi
Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat dikelompokkan ke dalam  kelompok, yakni :
·        Variasi dalam cara mengajar guru, dapat meliputi : guru dapat menggunakan variasi suara, pemusatan perhatian siswa, gerakan badan mimic, dan sebagainya.
·        Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran, yakni meliputi : sesuatu yang dapat di dengar, dapat dilihat dan dapat di raba.
·        Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa, adapun jenis pola interaksi antara lain :
a.     Pola guru-murid : yang artinya guru dapat mengadakan variasi belajar guru langsung kepada muridnya tanpa perantara apa-apa.
b.     Pola guru-murid-guru : yang artinya setelah guru menyampaikan materi kepada muridnya, murid itu kembali menyampaikan ulang materi itu kepada guru.
c.     Pola guru-murid-murid : yang artinya setelah murid itu menangkap materi dari guru, murid itu tidak menyampaikan kembali ke guru, melainkan murid dapat menyampaikan materi yang ia dapat dari guru kepada temannya yang belum faham.
d.     Pola guru-murid, murid-guru, murid-murid. Pola ini adalah penggabungan dari pola-pola diatas. Guru menyampaikan kepada salah satu murid, murid menyampaikan ulang materi kembali ke guru dan akhirnya murid itu berbagi materi kepada teman-temannya.
e.      Pola melingkar , dimana setiap siswa mendapat giliran untuk mengemukakan sambutan/jawaban, dan tidak diperkenankan bicara 2x apabila setiap siswa ada yang belum mendapat giliran untuk menyampaikan sambutan/jawabannya itu sendiri.
Kegunaan keterampilan mengadakan variasi, antara lain :
·        Dapat menghindari kebosanan siswa dalam belajar.
·        Dapat mendorong siswa untuk mengadakan diskusi dengan temannya.

4.  Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Dalam keterampilan menjelaskan, guru mempunyai 2 komponen keterampilan yang meliputi :
a.)  Merencanakan (mencakup penganalisaan masalah)
b.) Penyajian (dapat berupa contoh/ilustrasi)
Kegunaan keterampilan menjelaskan itu sendiri adalah membuat peserta didik (siswa) dapat untuk menghayati proses penalaran serta memperoleh balikan tentang pemahaman siswa itu sendiri.

5.  Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Membuka Pelajaran (set induction), guru biasanya memulai pembelajaran dengan berdoa terlebih dahulu, lalu mengabsen, dan sedikit masuk ke materi dengan menarik perhatian siswa, menimbulkan motivasi-motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha dan membuat kaitan/hubungan diantara materi-materi yang akan dipelajari.
Menutup Pelajaran (closure), guru biasanya memberikan ringkasan pelajaran yang baru saja di bahas/diterangkan agar siswa dapat mengingat materi yang baru saja dijelaskan, dan menyampaikan rencana pelajaran pada pertemuan selanjutnya agar siswa dapat mencari materi dan mempelajari sebelumnya agar makin faham saat dijelaskan oleh sang guru serta menutup pelajaran dengan berdoa juga.

6.  Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan keputusan atau pemecahan masalah. Guru disini bersikap membimbing, yang artinya : guru membimbing jalannya diskusi kecil itu dalam kelompok belajar di kelas. Selain membimbing, guru juga mengarahkan kelompok kecil belajar dikelas itu kepada pembahasan materi.
Tujuan daripada keterampilan dasar ini adalah memberi kesempatan siswa tersebut untuk berfikir, berinteraksi sosial, serta membina kemampuan berkomunikasi yang termasuk didalamnya dalam hal kemampuan keterampilan berbahasa.

7.  Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Suatu contoh saat guru memberikan pengarahan materi yang pas, tapi siswa justru melencengkan materi tersebut. Disitu guru tidak to the point langsung menegur siswa tersebut karena melencengkan materi. Namun guru tetap dapat melayani siswa tersebut yang melencengkan materi, dan dengan perlahan guru bisa mengembalikan konsentrasi siswa tersebut agar focus ke materi yang diterangkan.
Dalam usaha mengelola kelas secara efektif, ada sejumlah kekeliruan yang harus dihindari oleh sejumlah guru, yaitu :
·        Campur tangan yang berlebihan.
Guru tidak diharuskan ikut bercampur tangan jika salah seorang siswa mempunyai suuatu masalah di rumah. Jika siswa sudah bilang tidak mau  bercerita, gurupun tidak boleh memaksa.
·        Kesenyapan/kesunyian.
Guru harus membuat kondisi kegiatan belajar mengajar dikelas agar tidak sunyi dengan berbagai cara agar siswanya tidak boring.
·        Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan.
Guru harus menerapkan sikap tepat waktu pada dirinya. Siswa paling suka jika seorang guru selalu tepat waktu dalam memulai pelajaran juga mengakhiri pelajaran itu.
·        Penyimpangan.
Dalam penyampaian materi, guru harus menjaga kata-kata dalam menjelaskan materi yang menyimpang dalam isi materi tersebut,
·        Bertele-tele.
Guru dalam penyampaian materi boleh tidak to the point jika siswa belum faham materi tersebut asal jangan terlalu bertele-tele.

8.  Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Keterampilan ini hampir mirip dengan keterampilan nomer 6, hanya saja yang membedakan adalah di nomer 6 itu guru berperan membimbing, sedangkan disini guru berperan sebagai mengajar. Mengajarkan materi dala suatu kelompok kecil.
Secara fisik bentuk pengajaran ini berjumlah terbatas, yaitu berkisar 3 sampai 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perorangan. Pengajaran kelompok kecil atau perorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa serta siswa dengan siswa.
Adapun komponen-komponen dan prinsip-prinsip keterampilan ini meliputi :
·        Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
·        Keterampilan mengorginasasi
·        Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
·        Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar
·        Keterampilan merancang dan melaksanakan kegiatan pebelajaran


Demikian sedikit materi “8 Keterampilan Dasar Mengajar” dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca blog ini.;)
Jangan lupa follow ig saya : culs_friscull

Sabtu, 26 Mei 2012

Walikota Launching Brand Kota Surabaya “Sparkling Surabaya”

Walikota Launching Brand Kota Surabaya “Sparkling Surabaya”


Untuk mengoptimalkan kunjungan wisata Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya melaunching Brand kota Surabaya “Sparkling Surabaya” pada Bus Perum Damri. Launching tersebut, dilakukan langsung oleh Walikota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, MT, Rabu (26/1) di Halaman Taman Surya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini juga untuk mendukung tahun kunjungan wisata Jawa Timur atau Visit East Java 2011. Selain itu juga untuk mengkampanyekan brand kota Surabaya “Sparkling Surabaya”.
Lebih lanjut Wiwiek mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Perum Damri yang akan memberikan brand pada 18 unit bus rute Juanda – Bungurasih dan rute Juanda – tanjung perak yang akan beroperasi mulai jam 6 pagi sampai jam 10 malam. “ Langkah ini sangat penting karena dapat mempromosikan pariwisata Kota Surabaya”, tuturnya.
Sementara itu, Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini, MT dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini jangan berhenti sampai disini tetapi bagaimana menindaklanjuti dengan memberikan informasi-informasi strategis yang dibutuhkan baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Misalkan dengan membuat leaflet tentang spesifikasi hotel, mall, pasar tradisional maupun wisata kuliner yang ada di Kota Surabaya,” jelas pejabat orang nomor satu dijajaran Pemerintah Kota Surabaya ini.
Untuk diketahui, makna brand “Sparkling Surabaya” itu sendiri adalah sebutan bagi Kota Surabaya sebagai kota yang gemerlap, terang, nyaman dan tidak pernah tidur. Surabaya sebagai kota terbesar ke-2 di Indonesia dan sebagai salah satu tempat tujuan wisata, maka perlu adanya pencitraan atau brand yang terus menerus harus dilakukan.
(Surabaya, City Guide)

Related posts:
  1. Sparkling Surabaya, semoga kamu berumur lama
  2. Kids Surabaya Tour di Kota Pahlawan
  3. Menjadi warga Kota
  4. Nama-nama walikota Surabaya sejak tahun 1916
  5. Taman Bungkul Surabaya

Sabtu, 21 Januari 2012

Hantu barat


Indonesia terkenal dengan segudang koleksi mahluk-mahluk halus yang gentayangan dimana-mana. Ada pocong, kuntilanak, dedemit, tuyul, genderuwo, siluman, jin, peri yang bahkan di zaman informatika ini sering nampang di televisi dan mengunggah video dirinya di YouTube. Apakah di dalam ranah perhantuan ini Indonesia boleh menepuk dada sebagai juara? Ternyata tidak juga. Survei membuktikan bahwa di dunia Barat, populasi mahluk halus ini jauh melampaui baik dari segi kualitas, kuantitas maupun diversifikasinya. Di dunia Barat, selain ada hantu yang jahat dan mengerikan, ada pula hantu yang gemar bersenggama dengan manusia, ada hantu yang cantik dan telanjang, ada hantu yang bisa jadi kembaran diri kita, ada hantu yang gemar bikin kegaduhan di dalam rumah dengan melempar-lempar peralatan dapur, dan ada juga yang hobi merapikan rumah yang berantakan. Berikut biodata mereka yang dipaparkan bukan untuk membuat kita menjadi pemuja setan, tapi untuk menambah wawasan bahasa Inggris kita.


Perkenalan dengan mahluk halus kita mulai dengan incubus. Hantu cowok yang mempunyai sosok hitam bersayap mengerikan ini mempunyai kegemaran untuk melakukan senggama dengan wanita pada saat tertidur. Dia akan hadir berulang kali menyetubuhi wanita dalam alam mimpinya dengan tujuan untuk mendapat keturunan anak setan. Pasangan (counterpart) dari incubus ini adalah succubus, yaitu hantu cewek yang gemar bersetubuh dengan para pria dan hadir dalam mimpi dalam ujud wanita yang membangkitkan birahi. Konon bila seseorang sering disetubuhi oleh incubus/succubus ini, maka kesehatannya akan terus merosot dan akhirnya meninggal. Dan percaya atau tidak, wanita yang dihamilinya akan menghasilkan anak setengah setan yang dinamakan cambion. Menurut legenda, bayi cambion ini, pada saat lahir tidak akan bernafas dan tidak mempunyai denyut nadi. Ini berlangsung terus sampai anak ini mencapai usia 7 tahun, pada saat mana anak blasteran manusia-setan ini sudah menyerupai persis seperti anak manusia biasa. Cambion ini berwajah malaikat dan sangat cerdik, dan mampu membujuk siapa saja untuk menuruti kehendaknya. Contoh cambion adalah Merlin, seorang tukang tenung di zaman raja Arthur dan juga Caliban dalam novel karya William Shakespeare The Tempest.

Incubus
Anak Incubus/ csmbion


Succubus
 
Perkenalan selanjutnya adalah dengan hantu yang masuk dalam keluarga sprite (entah mengapa minuman ringan atau softdrink juga dinamai Sprite). Sprite ini diambil dari kata spirit yang bermakna ’mahluk halus’. Termasuk dalam keluarga besar sprite ini adalah elf, fairy, pixies, gnomes, leprechaun. Hantu ini mempunyai sosok mahluk yang kecil, mempunyai daun telinga yang runcing (pointed ears) dan senang mengganggu dan mengusili manusia. Di dalam bahasa kita dia dinamakan ’kurcaci’ (entah juga kenapa kurcaci dipakai untuk merujuk kepada pramuka anak-anak). Sprite ini ada yang hidup di dalam kolam dan menjadi juru kunci di situ dan dinamakan nymph. Dalam banyak mitologi nymph ini digambarkan sebagai perawan cantik tanpa busana yang senang bercengkerama di atas daun teratai yang besar. Karena perangainya yang lepas bebas dalam memancarkan seksualitasnya, maka dalam terminologi psikologi ada kata nymphomania yaitu kelainan hiperseksual, di mana seseorang melakukan aktivitas seksual yang berlebihan seperti melakukan masturbasi setiap hari.

Pixies in Harry potter
Elf
Brownie

Gnome yang juga diberi nama goblin, brownie (bukan nama kue) adalah mahluk halus yang berpenampilan mirip dengan tuyul. Namun kalau tuyul dalam legenda kita, gemar mencuri di rumah yang disatroninya, maka goblin ini gemar mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dia tidak suka dilihat oleh manusia dan bekerja pada malam hari dan sebagai imbalan si pemilik rumah cukup menyediakan makanan secukupnya (biasanya bubur atau madu) . Goblin ini tidak suka pemberian makanan ini disebut dengan ’bayaran’ (payment) dan dia akan minggat kalau pemberian makanan ini disebut dengan bayaran atau bila dia merasa sudah dimanfaatkan oleh si pemilik rumah. Fairy di bahasa kita sering dinamakan dengan peri, mempunyai kegemaran untuk menculik bayi dan menukarnya dengan bayi lain (changeling) dan untuk menangkal fairy ini maka orang akan memasang ’besi dingin’ (besi ini bak racun untuk fairy), jimat (charm) dari tanaman herbal rowan di depan pintu rumah.

Mephisto

Hantu mengerikan lainnya adalah mephisto yang dilukiskan dengan wajah yang horor menakutkan, dapat terbang (karena memiliki sayap seperti kelelawar). Mephisto ini menjadi tenar dari legenda JermanFaust, dimana si Faust ini menggadaikan jiwanya (sell his soul) kepada mephisto untuk menggapai tujuannya. Hantu menakutkan lainnya dalam legenda Barat adalah Lucifer yang konon merupakan jelmaan setan, setelah dia diusir dari taman firdaus. Karena lekat dengan asosiasi api neraka, maka dalam bahasa Belanda lucifer merupakan metafora dari ’korek api’. Setan yang terkenal lainnya adalahAriel yang disebut-sebut dalam novel Shakespeare The TempestAriel ini adalah setan yang dipenjarakan dalam pohon dan dibebaskan oleh tukang tenung Prospero dengan janji dia akan berbakti menjadi kaki tangan dan mata telinga untuk Prospero.

Contoh doppelganger
Ada hantu lain yang mempunyai spesialisasi menjadi kembaran kita yang dinamakan doppelganger.Hantu ini bisa mendirikan bulu roma, karena teman-teman kita bisa bertemu dengan kembaran diri kita, padahal fisik kita yang asli berada di tempat lain. Jadi dengan kata lain ada dua pribadi serupa pada saat yang sama di tempat yang berbeda. Doppelganger ini dianggap sebagai firasat buruk bahwa seseorang akan segera menemui ajalnya. Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln konon melihatdoppelganger (kembarannya) sesaat sebelum dia tewas ditembak. Dan ada satu lagi fenomena mengerikan yang dinamakan poltergeistPoltergeist dimaknai sebagai fenomena dimana di dalam sebuah rumah dan disaksikan oleh manusia, benda-benda beterbangan tanpa ada yang melemparkan, disertai dengan suara aneh seperti ketukan pintu, gelegar suara logam, suara menyeramkan dan kadang-kadang disertai dengan hempasan orang yang berada di dalam rumah itu.

BloodyMery 

Hantu


Hantu secara umum merujuk pada kehidupan setelah kematian. Hantu juga dikaitkan dengan roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat.
Meskipun secara umum hantu merujuk pada suatu zat yang mengganggu kehidupan duniawi, dalam banyak kebudayaan, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat. Sebutan setaniblisgenderuwo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada hantu yang jahat. Sedangkan hantu yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong (penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya. Tetapi di dalam kebanyakan agama, meminta hantu untuk membantu manusia adalah dilarang.
Hantu dipercaya keberadaannya oleh hampir semua umat manusia yang mempercayai adanya Tuhan, meskipun hanya sebagian kecil yang mengakui pernah melihat hantu secara langsung. Keberadaan hantu menjadi pro dan kontra di banyak negara maju. Sebagian ilmuwan beranggapan hantu hanyalah ilusi ataupun khayalan mereka yang mempercayainya, sementara sebagian ilmuwan lain berusaha membuktikannya secara ilmiah adanya zat yang terkandung dalam hantu.

Kepercayaan mengenai hantu atau arwah

Hantu seringkali digambarkan berukuran dan berbentuk manusia (walaupun ada yang menyebutnya menyerupai hewan), biasanya digambarkan "berkilauan", "berbayang", "seperti kabut", atau bayangan. Hantu tidak mempunyai tubuh kasar seperti manusia, hanya bayangan badan (astral body). Kadang kala tidak tampak bila dilihat tetapi dalam fenomena lain seperti pergerakan objek, lampu hidup dan mati dengan sendiri, bunyi, dll, yang tidak mempunyai penjelasan logik.
Di Barat mereka yang mempercayai hantu kadang-kala menganggap mereka sebagai roh yang tidak aman selepas mati, dan dengan itu berkeliaran di Bumi. Ketidaksanggupan mendapat keamanan dijelaskan sebagai ada pekerjaan yang belum selesai, seperti mangsa yang mencari keadilan atau membalaskan dendam setelah mati. Menurut nonorthodox doktarin Katolik, hantu dikatakan berada ditempat antara Surga dan Neraka di mana roh bayi yang tidak dibaptis tinggal. Penting bagi kita mengetahui bahwa Protestant dan Kristian Evangelikal aliran utama yang percaya perwujudan hantu secara prinsip (principalities), tetapi mereka tidak mempercayai hantu (sebagai semangat orang mati) dan meletakkan hantu ganas, seperti poltergeist, kepada tindakan jembalang, sama seperti Islam. Dalam Katolik dan KristianAnglikan (dan Christian Spiritualism), mempercayai hantu adalah diterima dan boleh dibicarakan dengan pendeta (clergy).
Dalam kebudayaan Asia (seperti di Tiongkok), banyak orang yang percaya kepada reinkarnasi (reincarnation). Hantu merupakan roh yang tidak mau "di-reinkarnasi-kan" karena mereka mempunyai masalah yang belum selesai, sama seperti di Barat. Exorcist boleh membantu mangusir atau meng-reinkarnasi-kan hantu (reincarnated). Dalam tradisi Tiongkok, selain di-reinkarnasi-kan, hantu boleh menjadi abadi (immortal) dan menjadi setengah dewa (demigod), atau dia boleh pergi ke neraka dan menderita selamanya, atau dia boleh mati sekali lagi dan menjadi "hantu kepada hantu". Orang Tiongkok juga percaya bahwa sebagian hantu, terutamanya mereka yang mati lemas, membunuh manusia untuk menghalangi hak mereka untuk di-reinkarnasi-kan. Mangsa "pembunuh" paranormal dikenali sebagai Ti Si Gui (替死鬼), yaitu bagi Tiongkok sama seperti kambing hitam.
Dalam agama Hindu, pembahasan terperinci mengenai hantu terdapat dalam Garuda Purana, skripture dari Vedic tradisi (Hindu).
Kedua-dua Timur dan Barat mempunyai pendapat yang sama mengenai hantu. Mereka berkeliaran ditempat mereka biasa pergi sewaktu hidup atau tempat mereka meninggal. Tempat demikian dikenali sebagai "rumah berhantu"; hal yang mereka lakukan disebut "menghantui". Mereka sering kali menggunakan pakaian yang sering mereka pakai dimasa hidup.
Samsara Buddha memasukkan konsep alam hantu laparSentient being dalam alam tersebut dirujuk sebagai Hantu Lapar karena ikatan mereka kepada dunia ini. Asurajuga dirujuk sebagai "hantu pengganggu