Sabtu, 21 Januari 2012

Hantu barat


Indonesia terkenal dengan segudang koleksi mahluk-mahluk halus yang gentayangan dimana-mana. Ada pocong, kuntilanak, dedemit, tuyul, genderuwo, siluman, jin, peri yang bahkan di zaman informatika ini sering nampang di televisi dan mengunggah video dirinya di YouTube. Apakah di dalam ranah perhantuan ini Indonesia boleh menepuk dada sebagai juara? Ternyata tidak juga. Survei membuktikan bahwa di dunia Barat, populasi mahluk halus ini jauh melampaui baik dari segi kualitas, kuantitas maupun diversifikasinya. Di dunia Barat, selain ada hantu yang jahat dan mengerikan, ada pula hantu yang gemar bersenggama dengan manusia, ada hantu yang cantik dan telanjang, ada hantu yang bisa jadi kembaran diri kita, ada hantu yang gemar bikin kegaduhan di dalam rumah dengan melempar-lempar peralatan dapur, dan ada juga yang hobi merapikan rumah yang berantakan. Berikut biodata mereka yang dipaparkan bukan untuk membuat kita menjadi pemuja setan, tapi untuk menambah wawasan bahasa Inggris kita.


Perkenalan dengan mahluk halus kita mulai dengan incubus. Hantu cowok yang mempunyai sosok hitam bersayap mengerikan ini mempunyai kegemaran untuk melakukan senggama dengan wanita pada saat tertidur. Dia akan hadir berulang kali menyetubuhi wanita dalam alam mimpinya dengan tujuan untuk mendapat keturunan anak setan. Pasangan (counterpart) dari incubus ini adalah succubus, yaitu hantu cewek yang gemar bersetubuh dengan para pria dan hadir dalam mimpi dalam ujud wanita yang membangkitkan birahi. Konon bila seseorang sering disetubuhi oleh incubus/succubus ini, maka kesehatannya akan terus merosot dan akhirnya meninggal. Dan percaya atau tidak, wanita yang dihamilinya akan menghasilkan anak setengah setan yang dinamakan cambion. Menurut legenda, bayi cambion ini, pada saat lahir tidak akan bernafas dan tidak mempunyai denyut nadi. Ini berlangsung terus sampai anak ini mencapai usia 7 tahun, pada saat mana anak blasteran manusia-setan ini sudah menyerupai persis seperti anak manusia biasa. Cambion ini berwajah malaikat dan sangat cerdik, dan mampu membujuk siapa saja untuk menuruti kehendaknya. Contoh cambion adalah Merlin, seorang tukang tenung di zaman raja Arthur dan juga Caliban dalam novel karya William Shakespeare The Tempest.

Incubus
Anak Incubus/ csmbion


Succubus
 
Perkenalan selanjutnya adalah dengan hantu yang masuk dalam keluarga sprite (entah mengapa minuman ringan atau softdrink juga dinamai Sprite). Sprite ini diambil dari kata spirit yang bermakna ’mahluk halus’. Termasuk dalam keluarga besar sprite ini adalah elf, fairy, pixies, gnomes, leprechaun. Hantu ini mempunyai sosok mahluk yang kecil, mempunyai daun telinga yang runcing (pointed ears) dan senang mengganggu dan mengusili manusia. Di dalam bahasa kita dia dinamakan ’kurcaci’ (entah juga kenapa kurcaci dipakai untuk merujuk kepada pramuka anak-anak). Sprite ini ada yang hidup di dalam kolam dan menjadi juru kunci di situ dan dinamakan nymph. Dalam banyak mitologi nymph ini digambarkan sebagai perawan cantik tanpa busana yang senang bercengkerama di atas daun teratai yang besar. Karena perangainya yang lepas bebas dalam memancarkan seksualitasnya, maka dalam terminologi psikologi ada kata nymphomania yaitu kelainan hiperseksual, di mana seseorang melakukan aktivitas seksual yang berlebihan seperti melakukan masturbasi setiap hari.

Pixies in Harry potter
Elf
Brownie

Gnome yang juga diberi nama goblin, brownie (bukan nama kue) adalah mahluk halus yang berpenampilan mirip dengan tuyul. Namun kalau tuyul dalam legenda kita, gemar mencuri di rumah yang disatroninya, maka goblin ini gemar mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dia tidak suka dilihat oleh manusia dan bekerja pada malam hari dan sebagai imbalan si pemilik rumah cukup menyediakan makanan secukupnya (biasanya bubur atau madu) . Goblin ini tidak suka pemberian makanan ini disebut dengan ’bayaran’ (payment) dan dia akan minggat kalau pemberian makanan ini disebut dengan bayaran atau bila dia merasa sudah dimanfaatkan oleh si pemilik rumah. Fairy di bahasa kita sering dinamakan dengan peri, mempunyai kegemaran untuk menculik bayi dan menukarnya dengan bayi lain (changeling) dan untuk menangkal fairy ini maka orang akan memasang ’besi dingin’ (besi ini bak racun untuk fairy), jimat (charm) dari tanaman herbal rowan di depan pintu rumah.

Mephisto

Hantu mengerikan lainnya adalah mephisto yang dilukiskan dengan wajah yang horor menakutkan, dapat terbang (karena memiliki sayap seperti kelelawar). Mephisto ini menjadi tenar dari legenda JermanFaust, dimana si Faust ini menggadaikan jiwanya (sell his soul) kepada mephisto untuk menggapai tujuannya. Hantu menakutkan lainnya dalam legenda Barat adalah Lucifer yang konon merupakan jelmaan setan, setelah dia diusir dari taman firdaus. Karena lekat dengan asosiasi api neraka, maka dalam bahasa Belanda lucifer merupakan metafora dari ’korek api’. Setan yang terkenal lainnya adalahAriel yang disebut-sebut dalam novel Shakespeare The TempestAriel ini adalah setan yang dipenjarakan dalam pohon dan dibebaskan oleh tukang tenung Prospero dengan janji dia akan berbakti menjadi kaki tangan dan mata telinga untuk Prospero.

Contoh doppelganger
Ada hantu lain yang mempunyai spesialisasi menjadi kembaran kita yang dinamakan doppelganger.Hantu ini bisa mendirikan bulu roma, karena teman-teman kita bisa bertemu dengan kembaran diri kita, padahal fisik kita yang asli berada di tempat lain. Jadi dengan kata lain ada dua pribadi serupa pada saat yang sama di tempat yang berbeda. Doppelganger ini dianggap sebagai firasat buruk bahwa seseorang akan segera menemui ajalnya. Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln konon melihatdoppelganger (kembarannya) sesaat sebelum dia tewas ditembak. Dan ada satu lagi fenomena mengerikan yang dinamakan poltergeistPoltergeist dimaknai sebagai fenomena dimana di dalam sebuah rumah dan disaksikan oleh manusia, benda-benda beterbangan tanpa ada yang melemparkan, disertai dengan suara aneh seperti ketukan pintu, gelegar suara logam, suara menyeramkan dan kadang-kadang disertai dengan hempasan orang yang berada di dalam rumah itu.

BloodyMery 

Hantu


Hantu secara umum merujuk pada kehidupan setelah kematian. Hantu juga dikaitkan dengan roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat.
Meskipun secara umum hantu merujuk pada suatu zat yang mengganggu kehidupan duniawi, dalam banyak kebudayaan, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat. Sebutan setaniblisgenderuwo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada hantu yang jahat. Sedangkan hantu yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong (penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya. Tetapi di dalam kebanyakan agama, meminta hantu untuk membantu manusia adalah dilarang.
Hantu dipercaya keberadaannya oleh hampir semua umat manusia yang mempercayai adanya Tuhan, meskipun hanya sebagian kecil yang mengakui pernah melihat hantu secara langsung. Keberadaan hantu menjadi pro dan kontra di banyak negara maju. Sebagian ilmuwan beranggapan hantu hanyalah ilusi ataupun khayalan mereka yang mempercayainya, sementara sebagian ilmuwan lain berusaha membuktikannya secara ilmiah adanya zat yang terkandung dalam hantu.

Kepercayaan mengenai hantu atau arwah

Hantu seringkali digambarkan berukuran dan berbentuk manusia (walaupun ada yang menyebutnya menyerupai hewan), biasanya digambarkan "berkilauan", "berbayang", "seperti kabut", atau bayangan. Hantu tidak mempunyai tubuh kasar seperti manusia, hanya bayangan badan (astral body). Kadang kala tidak tampak bila dilihat tetapi dalam fenomena lain seperti pergerakan objek, lampu hidup dan mati dengan sendiri, bunyi, dll, yang tidak mempunyai penjelasan logik.
Di Barat mereka yang mempercayai hantu kadang-kala menganggap mereka sebagai roh yang tidak aman selepas mati, dan dengan itu berkeliaran di Bumi. Ketidaksanggupan mendapat keamanan dijelaskan sebagai ada pekerjaan yang belum selesai, seperti mangsa yang mencari keadilan atau membalaskan dendam setelah mati. Menurut nonorthodox doktarin Katolik, hantu dikatakan berada ditempat antara Surga dan Neraka di mana roh bayi yang tidak dibaptis tinggal. Penting bagi kita mengetahui bahwa Protestant dan Kristian Evangelikal aliran utama yang percaya perwujudan hantu secara prinsip (principalities), tetapi mereka tidak mempercayai hantu (sebagai semangat orang mati) dan meletakkan hantu ganas, seperti poltergeist, kepada tindakan jembalang, sama seperti Islam. Dalam Katolik dan KristianAnglikan (dan Christian Spiritualism), mempercayai hantu adalah diterima dan boleh dibicarakan dengan pendeta (clergy).
Dalam kebudayaan Asia (seperti di Tiongkok), banyak orang yang percaya kepada reinkarnasi (reincarnation). Hantu merupakan roh yang tidak mau "di-reinkarnasi-kan" karena mereka mempunyai masalah yang belum selesai, sama seperti di Barat. Exorcist boleh membantu mangusir atau meng-reinkarnasi-kan hantu (reincarnated). Dalam tradisi Tiongkok, selain di-reinkarnasi-kan, hantu boleh menjadi abadi (immortal) dan menjadi setengah dewa (demigod), atau dia boleh pergi ke neraka dan menderita selamanya, atau dia boleh mati sekali lagi dan menjadi "hantu kepada hantu". Orang Tiongkok juga percaya bahwa sebagian hantu, terutamanya mereka yang mati lemas, membunuh manusia untuk menghalangi hak mereka untuk di-reinkarnasi-kan. Mangsa "pembunuh" paranormal dikenali sebagai Ti Si Gui (替死鬼), yaitu bagi Tiongkok sama seperti kambing hitam.
Dalam agama Hindu, pembahasan terperinci mengenai hantu terdapat dalam Garuda Purana, skripture dari Vedic tradisi (Hindu).
Kedua-dua Timur dan Barat mempunyai pendapat yang sama mengenai hantu. Mereka berkeliaran ditempat mereka biasa pergi sewaktu hidup atau tempat mereka meninggal. Tempat demikian dikenali sebagai "rumah berhantu"; hal yang mereka lakukan disebut "menghantui". Mereka sering kali menggunakan pakaian yang sering mereka pakai dimasa hidup.
Samsara Buddha memasukkan konsep alam hantu laparSentient being dalam alam tersebut dirujuk sebagai Hantu Lapar karena ikatan mereka kepada dunia ini. Asurajuga dirujuk sebagai "hantu pengganggu